Jumat, 23 Januari 2009

Kenapa bahasa Arab? Kenapa? Kenapaaa?

Hanya sebagai info untuk temen2 muslim, ga bermaksud Sara. Mungkin temen2 muslim tidak sedikit yang bertanya-tanya, kenapa Al-Qur'an dan shalat harus dilakukan dalam bahasa Arab ? Semoga tulisan dibawah ini bisa menjelaskan .... Kenapa Al-Quran diturunkan dalam bahasa Arab ? Keistimewaan bahasa Arab itu antara lain ialah: 1. sejak zaman dahulu kala hingga sekarang bahasa Arab itu merupakan bahasa yang hidup 2. bahasa Arab adalah bahasa yang lengkap dan luas untuk menjelaskan tentang ketuhanan dan keakhiratan. 3. bentuk-bentuk kata dalam bahasa Arab mempunyai tasrif (konjugasi) yang amat luas sehingga dapat mencapai 3000 bentuk peubahan, yang demikian tak terdapat dalam bahasa lain. kenapa bahasa Arab?. Kenapa? Kenapaaa? Kenapaaaa?. Karena Rasulnya berbahasa Arab, diturunkan di Arab, umat yang menerima risalah yang pertama komunitas Arab, wajar kalau bahasanya juga Arab. Kalau pake bahasa Indonesia (umpamanya), risalahnya nggak jalan dong. Contohnya lainnya, Nabi Isa dari suku Yahudi keturunan Israel (Nabi Ya’kub), bahasa wahyu yang diturunkan Allah tentu sesuai dengan bahasa yang dipergunakan oleh beliau dan lingkungan dimana beliau hidup yaitu bahasa Armenia/Aramik, bahasa Hebrew/Ibrani adalah sub-bahasa ini (Aramik, bukan Amrik). Kalau Alquran dibaca dalam bahasa masing-masing umat (terjemahan ) tanpa didampingi oleh bahasa aslinya, maka ditakutkan akan terjadi misinterprestasi bahasa, karena bahasa Arab, menurut pakar bahasa, sangat-sangat sensitip, salah mengucapkan panjang pendeknya saja sudah merubah arti. Contohnya huruf Ain dibaca hamzah saja sudah jauh artinya ( ‘amanna - amanna ). Kalau masing-masing bangsa menggunakan Alquran dalam bahasa mereka, mungkin setiap saat akan terjadi perobahan-perobahan hasil terjemahan, tergantung siapa yang menterjemahkannya. Hal ini pernah terjadi dan terus terjadi dengan Kitab wahyu yang lain ( Injil dan Taurat contohnya). Kalau kita belum bisa mengerti bahasa Arab, maka kita hanya bisa memahami Alquran melalui dan sebatas apa yang bisa diterjemahkan oleh bahasa Indonesia, juga bahasa lainnya ( Salah? Tidak. Islam itu mudah, tetapi jangan dimudah-mudahkan. Islam itu ringan, tetapi jangan diringan-ringankan). Jadi dengan bahasa apa saja kita boleh memahami Alquran, tetapi untuk mendapatkan maksud yang disampaikan Allah kepada kita, tetap harus merujuk pada bahasa aslinya Alquran - Bahasa Arab Quraish. Sedangkan yang berbahasa Arab saja juga masih harus memahaminya sesuai dengan bahasa Arab Alquran Mengapa Al-Quran Harus Berbahasa Arab? Setelah periode satu kaum satu nabi dan satu kitab suci serta satu bahasa, pada bagian akhir dari masa kehidupan manusia, Allah SWT berkehendak untuk menyatukan semua bangsa-bangsa di dunia dengan hanya satu nabi, satu kitab suci dan tentunya satu bahasa kitab suci. Untuk itu diperlukan satu bahasa yang memang punya kapasitas dan karakteristik yang unik, universal, serta istimewa. Sebab sangat tidak mungkin kitab suci terakhir itu diturunkan dalam banyak bahasa. Mengingat jumlah bahasa umat manusia di penghujung zaman ini sudah tak terhingga banyaknya. Cukup satu bahasa saja yang digunakan, namun bahasa ini adalah bahasa yang paling istimewa dari semua sisinya. Baik dari jumlah kosa-katanya, sampai kepada strukturisasi gramatikanya. Faktor Kekuatan dalam Menyampaikan Pesan (Balaghah) Pastinya, bahasa sebuah kitab suci itu harus punya kemampuan prima dalam penyampaian pesan. Tiap kata yang digunakanbenar-benar kata pilihan, tidak asal sebut saja. Karena kitab suci itu akan menjadi sumber rujukan syariah sepanjang zaman. Tentunya kata-kata yang digunakan harus berupa pilihan kata dari bahasa yang sangat sangat kuat sisi bahasanya. Dan barangkali bahasa selain Arab tidak punya padanannya, sehingga ketika diterjemahkan, akan kehilangan rasa dan kekuatannya. Contoh sederhana, bahasa arab menggunakan dua kata yang berbeda untuk menyebut tuhan, yaitu ilah dan rabb. Bahasa lain tidak pernah punya pembedaan sedetail ini. Kata ilah diterjemahkan sebagai tuhan dan kata rabb juga tuhan. Padahal makna tuhan dalam kata ilah punya rasa, karakter dan pengertian rinci yang sangat jauh berbeda dengan makna tuhan dalam kata rabb. Memang benar bahwa tiap bahasa punya idiom khas yang tidak bisa diterjemah secara sederhana ke dalam bahasa lain. Tetapi idiom dalam bahasa arab jauh lebih sempurna, banyak, serta bervariasi. Semua menggambarkan perasaan, pemikiran, ekspresi, sikap, pola pikir, budaya, moral, etika, seni dan budaya umat manusia. Orang jawa punya idiom unik, misalnya kata-kata ‘mbok yo’. Seandainya pak SBY bilang,”Mbok yo sampean jangan begitu tho, Mr. Bush.” Pusing tujuh keliling penerjemah resmi Presiden RI ketika harus menerjemahkan kalimat dari mulut atasannya kepada Presiden AS. Apa terjemahan yang paling tepat dari kata mbok yo? Apakah mother yes, atau please atau apa ya? Faktor Keindahan Bahasa Yang juga tidak kalah penting adalah faktor keindahan bahasa itu ketika dibunyikan. Agar jangan sampai kitab suci ini tidak enak didengar telinga, akhirnya hanya menjadi ensiklopedi yang tersusun rapi di rak tanpa pernah disentuh, apalagi dibaca. Al-Quran adalah kitab yang didesain untuk selalu dekat dengan manusia, dalam keadaan apapun. Karena itu membutuhkan sebah bahasa yang bisa setiap saat ‘didendangkan’, karena memang terdengar indah di telinga, merdu dan bikin kangen. Selain itu mudah diingat karena punya karakter yang mudah. Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quraan untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran? (Al-Qamar: 17) Faktor Usia Bahasa Semakin tua usia bahasa maka akan semakin luas kosa dan perbendaharaannya. Dengan demikian kapasitas bahasa itu untuk menyampaikan pesan menjadi jauh lebih lebar dan luas. Bahasa Arab adalah bahasa yang sudah ada sejak manusia menginjakkan kaki pertama kali di planet ini. Sepanjang zaman, bahasa Arab selalu mengalami pengayaan perbendaharaan. Dan tentunya paling banyak digunakan oleh manusia sepanjang sejarah. Bahasa Inggris yang sering didengungkan sebagai bahasa pergaulan international, ternyata bahasa yang baru muncul beberapa ratus tahun terakhir ini saja. Meski bangsa Inggris kuno sudah ada jauh sebelumnya, namun para ahli sepakat bahwa bahasa yang digunakan bangsa Inggris kuno bukanlah bahasa Inggris modern sekarang ini. Sampai ada sebuah perumpamaan yang menggelikan. Seandainya Ratu Elizabeth II ratu Inggris hari ini bertemu dengan kakek moyangnya di zaman Robinhood, misalnya King Arthur, dengan pertolongan lorong waktu, maka keduanya tidak akan menggunakan bahasa Inggris, melainkan bahasa tarzan, alias bahasa isyarat. Mengapa? Karena bahasa masing-masing sangat berbeda, bukan hanya dalam penggunaan istilah semata, tetapi juga struktur dan cara pengungkapannya. Adapun bahasa Arab sudah dikenal sejak zaman nabi Ismail bin Ibrahim alaihissalam. Bahkan sebagian ahli bahasa berpendapat bahwa nabi Adam sudah berbahasa Arab. Logikanya, karena beliau diciptakan di surga, sedangkan dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa bahasa penduduk surga adalah bahasa Arab. Tentunya sejak masih di surga beliau sudah bercakap-cakap dengan isterinya, Hawwa. Dan ketika keduanya mendarat di muka bumi yang saat itu belum ada makhluk cerdasnya, bahasa Arablah yang digunakan oleh generasi pertama manusia di muka bumi. Kalau argumentasi ini benar, maka bahasa Arab adalah bahasa manusia pertama. Tentunya juga bahasa manusia tertua di dunia ini. Dan hal ini cocok dengan teori para ahli bahasa yang mengatakan bahwa bahasa bangsa-bangsa manusia di dunia ini membentuk rumpun-rumpun yang berasal dari satu kesatuan. Maka dengan teori ini tidak salah bila dikatakan bahasa Arab adalah induk dari semua bahasa manusia. Apalagi kalau dikorelasikan dengan jumlah kosa katanya yang sangat banyak, jauh mengungguli semua kosa kata bahasa manusia saat ini. Dan otomatis juga merupakan bahasa yang paling banyak digunakan oleh manusia sepanjang sejarah. Bukan dalam satu kurun waktu saja. Bahkan bahasa Inggris pun ternyata bukan bahasa yang paling banyak digunakan manusia pada saat ini. Ternyata bahasa yang paling banyak dipakai manusia di hari ini adalah bahasa Cina (Mandarin). Tapi kalau kita hitung bukan berdasarkan satu kurun waktu, tetap saja bahasa Arab adalah bahasa yang paling banyak dipakai oleh manusia secara total. Faktor Keabadian Bahasa Dan juga tidak lupa dari keabadian dan kekekalannya, pasti sangat menentukan. Akan jadi runyam kalau sebuah kitab suci yang berlaku sepanjang zaman, tetapi bahasanya justru sudah punah dan tidak lagi digunakan lagi oleh lidah manusia modern. Dr. Ahmad ‘Arif Al-Hijazi, doktor bahasa Arab dari Mesir pernah mengisahkan bahwa para ahli bahasa dari seluruh dunia pernah melakukan riset spektatuler. Intinya, bahasa Arab memang layak jadi bahasa kitab suci umat manusia karena akan terus abadi sepanjang zaman. Penelitian mereka berangkat dari rasa ingin tahu tentang bahasa manusia manakah yang masih besar kemungkinannya masih digunakan oleh manusia pada beberapa abad mendatang. Hal itu mengingat bahwa kecenderungan setiap bahasa di dunia ini akan mengalami kemunduran hingga akhirnya lenyap sama sekali. Meski di masa lalu pernah menjadi bahasa yang besar, karena digunakan oleh bangsa-bangsa besar dunia. Misalnya, bangsa Mesir kuno pernah menjadi bangsa terbesar di muka bumi ini dengan kemajuan peradaban serta teknologinya. Tentunya mereka punya bahasa tersendiri yang sangat mereka banggakan. Namun kita tahu bahwa bahasa Mesir kuno sudah terkubur bersama para Firaun di padang pasir. Hari ini hanya profesor bahasa purba saja yang bisa mengira-ngira terjemahan tulisan heliografi di tembok Pyramid. Demikian juga dengan bahasa manusia modern sekarang ini, para ahli percaya bahwa beberapa abad ke depan, tidak akan ada lagi manusia yang berbahasa dengan bahasa yang digunakan saat ini. Lalu bagaimana kita bisa menyampaikan informasi tentang peradaban abad 21 ini kepada generasi manusia di abad-abad mendatang? Setelah melalui beragam pengujian dan penelitian atas sejarah karakteristik berbagai bahasa manusia, akhirnya mereka sepakat bahwa bahasa arab akan tetap dipakai manusia sampai beberapa abad mendatang. Sehingga peradaban manusia bisa menitipkan ilmu dan sejarahnya lewat bahasa arab untuk disampaikan kepada manusia di masa mendatang. Kemudian dari sederetan uraian panjang diatas, beliau pun (sang ustad) menyimpulkan seperti ini… Kesimpulannya: Dari uraian di atas, maka pertanyaan anda kami jawab dengan singkat: Al-Quran bukan kitab untuk orang arab saja, tetapi untuk seluruh manusia. Mesir, Sudan, Iraq, Iran, Palestina, Jordan, Libanon, Suriah, Libia, Maroko, Tunis, sampai Aljazair dahulu bukan negeri Arab. Mereka punya bahasa sendiri-sendiri. Tetapi seiring dengan masuknya Islam ke negeri itu, maka mereka pun belajar bahasa arab, menggunakannya bahkan menjadi bahasa sehari-hari. Bahkan bahasa resmi kesultanan Islam di nusantara juga bahasa Arab. Bahasa Arab adalah bahasa kosmpopolitan dan bahasa milik dunia dan umat manusia. Allah SWT itu memang berbeda dengan makhluknya, tetapi bukan berarti Allah tidak bisa bahasa manusia. Justru Allah SWT yang menciptakan semua bahasa manusia. Dan kalau Allah SWT berbicara kepada manusia dengan menggunakan salah satu bahasa yang telah diajarkannnya kepada manusia itu, tentu bukan berarti Allah itu berubah wujud Sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=1379923

1 komentar:

  1. jika bhs arab adalah awal sgla bhsa, knskuensi logis adalah ada bbrp kta bhs arab yg terpakai pada bhs lain dan bukan melalui proses adopsi. Contoh nyata adalah kata 'rumah' indo/melayu
    smua rumpun indo/melayu mnggunakan kta 'rumah' dngn bbrp perubhan spt: rumoh 'aceh', umah 'bali'.
    Bandingkan dngn thailand 'hna raek', viet 'nha'. Tak ada hubungan sama skali. Apalagi hindi 'ghara', sanskrta 'grya'. Mandarin 'jia', korea 'kajog'. Inggris 'house', blnda 'huis', jerman 'haus'. Sdangkan arab 'bait'. Bndingkan dngn ibrani 'beit'. Bhs arab brkrbt dgn ibrani tetapi tidak untuk yg lain. Bgaimana bsa bhs arab menjadi induk sgl bhs klau ada kta yg tdk mngkuti bhs arab? Jika mau dmikian shrusnya bhs2 lain 'rumah' hnya dalam bntuk ksaran kt2 ini saja:
    bait, bet, vet, ve, we, wai, wait, pet, pait, peita, phaida, bouda, beido, bayadi, wait, abaita, beta, bayat, wheata, whaiata, weata, weat, wheet, wetau, taway, watai, beheta, habet, hoboita, bahia, dll. Tak mungkin dr bait muncul kta rumah. Dktkn jg snonim dlm bhs arab sngat bnyk. Jika dmikian, apa snonim bhs arab untuk rmah? Apakah snonim2 itu bsa mnurunkan kta2 dlm brbgai bhsa d dunia? Kdua pertanyaan ini hrus dapat djawab untuk dpt mngatakan bhw bhs arab adalah sumber sgla bhs sbg knskwensi lgis bhw bhs arab bhs t'twa d dunia.

    BalasHapus

Terima kasih atas umpan balik anda, Masukan dan kritikan terhadap Postingan ini sangat berarti bagi saya. Sekali lagi terima kasih.